After the Rain is Gone

Kumpulan alphabetic ini, untuk mereka di ladang sana…
ladang kuning berbau basah, yang ditinggal gembala penari alam…

Teman-temanku…
Atau.. boleh kupanggil kalian saudara-saudaraku?

Saudaraku..

Alunan seruling hawamu, meniupkan memoar terindah dalam hidup seorang kelana..

Tak kusangka ku dapat membaca kisahmu..
Tak kusangka, denting dawaimu menggemingkan egoku..

Jelas terasa.. segala pedih dan penatmu tercerai-berai dalam tawa renyah mulut-mulut kecilmu…

Aroma persaudaraan begitu kental mengalir di darahmu..
Ilmu yang menghunjam lembut tertapak kuat menembus kening polosmu…

Saudaraku..

Lamunan kecilmu tentang cinta tulus itu, menggugahku tentang arti rindu..
Rindu kecil, polos, dan sempurna, terefleksi dalam derap rona jantung yang berdegup..
Berdegup penuh melodi… melodi indah tentang menanti…

Saudaraku..

Mimpi-mimpimu, membangunkan mimpi-mimpiku, berharap dapat bertemu dalam satu resonansi..

Saudaraku..

Genting hari yang kautunggu, kepakan sayap sekelebat dalam benakmu itu, kuharap dapat mempertemukan kau dan aku..

Meski ku tahu, kau hanya maya, bukan sesuatu yang nyata..
Tapi sungguh imaji itu.. membuatku berharap dapat menatapmu, menatap kalian..

Termenung akan kesederhanaan hidup dari Sang-Maha..

Ku tunggu kalian, sekalipun dalam mimpiku…

 

Depok, 24 Maret 2009-29 Rabi’ul Akhir 1430 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s