When I can realize?

Saat laut dan langit hanya berbatas utasan semu.
Gelegak riak terus berderak

Saat kutatap penuh ke muka, dunia cekung biru-abu penuh misteri.
Kian terpana, bagaikan kubah kelam, gemintang dan bulan gemulai menaungi aku dan mereka.

Heh.. angin!! Bawalah penat peluh buaian abu-abuku…

Takjub, takut, dan lega, ketika pertama terjejak tapakku pada lembut pasir pantai. Hmm… hembusan angin itu begitu deras, menerpa wajah yang mungkin lelah.

Beragam rasa ku sapa ketika bercampur dalam belanga, ketika teringat tentang dia, dia, dan dia..
Namun, hati seketika tunduk ketika teringat tentang Dia.
Tentang kuasa-Nya, tentang batas laut dan langit, tentang misteri hidupku dan kau.

Mungkinkah kelak bertemu?

Depok, 9 Maret 2009-14 Rabi’ul Akhir 1430 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s