Abstrak

Hari ini aku terbangun…

Terbangun di tengah padang rumput yang kuning, ditemani desiran angin dan kepakan-kepakan merpati

Aku berdiri, kutatap horizon di ujung sana… Kudengar alunan seruling bambu… Indah, sangat indah…

Namun, sepi…. Tak ada siapa-siapa….

Tak ada apapun…

Aku langkahkan kakiku… Setapak demi setapak…

Tiba-tiba aku sampai disana…

Aku berjalan di batas dua dunia…

ku pandang ufuk timur, maka kuliahat pantulan mentari di birunya lautan dan ketika ku pandang ufuk barat, aku kembali melihat padang rumput itu..

Laut itu seakan tak pernah berhenti memeluk pantai…

Fikirku menerawang jauh ke sana…

Tentang apa-apa yang kulihat dari kacamata rapuhku…

Melangkah aku dalam birunya warna matamu…

Ternyata tak secerah dan secantik sinarnya…

Ratapan lelah terpancar di sana, sekalipun tak pernah kau katakan itu semua…

Kaki kecilmu melangkah gontai dalam dentuman waktu dunia, menahan beban hidup yang tak kunjung pudar…

Kemarilah, adik kecilku, kuingin berbagi sedikit kehangatan denganmu, sekalipun tak ada perbendaharaan yang mampu kuberikan padamu, biarlah aku berbagi semangat dan karya hidupku untukmu…

Adik kecilku, aku tak mampu berlama-lama duduk denganmu

kau dan aku harus berpisah disini, mari kita hadapi dunia bersama, sekalipun aku tak kan menemanimu lagi..

Aku berjalan kesana, ke satu tempat yang aku pun tak tahu dimana…

Ku mampu menatap gemintang dengan puasnya, dan rembulan pun tersipu karena terlalu lama kupandangi…

Aku disini, di atas bukit kecil yang menawan… Bersama waktu yang hanya berdetak, menunggu takdir yang suatu ketika akan datang…

Aku sendiri, berharap kan datang para pujangga menemaniku…

Membacakan syair-syair kehidupan yang mungkin aku banyak melewatkannya…

lalu perlahan ada yang mendatangiku membacakan apa-apa yang telah dia perbuat dalam mangkuk dunia…

Aku menyimaknya, terkadang kutemukan hal yang menggelitik, terkadang aku marah, dan terkadang aku merasa miris…

Dia sampaikan semuanya padaku, semuanya tanpa ada yang ditutupi…

Hanya sorot keikhlasan yang aku lihat dalam sinar matanya… Hanya pancaran keagungan Tuhan yang tersemat dalam hatinya…

Aku tetap menyimaknya dan berharap ini akan berlangsung sedikit lebih lama lagi…

Maukah kau tetap disini sedikit lagi? Hanya ketika fajar mulai merekah dan waktu kembali berlalu…

 

Depok, 7 Februari 2010 – 23 Saffar 1431

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s