Tertawa dalam Maya

paranoid-android-halo

“Hahaha”

“Bhahaha

“Wkwkwk”

Serentetan tulisan seperti itu yang sering kita dapati (bahkan sering kita ketik) pada beberapa media sosial yang menjadi santapan sehari-hari di dalam gadget kita. Manusia-manusia urban dewasa ini menjadi sulit untuk melepaskan diri dari berbagai gadget yang menemani keseharian mereka. Padat dan tingginya intensitas aktivitas membuat mereka membutuhkan semacam hiburan, penyegaran, atau bahkan gerbang informasi.

Pembentukan grup-grup pada media sosial seperti Whatsapp, Line, Kakao Talk, dsb telah banyak dan menjamur di gadget setiap orang. Bahkan satu orang saja bisa memiliki beberapa grup media sosial yang ia ikuti, mulai dari grup kantor, grup alumni kampus, grup hobi, dsb, dan itu semua menjadi pendamping hariannya.

Sudah banyak sekali artikel yang membahas tentang betapa manusia urban saat ini semakin “menyendiri” dan asyik dengan “lingkungan” yang ada di dalam gadget-nya, bukan lingkungan sekitar tempat di mana ia saat itu berpijak. Meskipun sudah bertemu dengan kawan yang sudah lama tidak dijumpai, namun selang beberapa menit kemudian ia akan kembali sibuk dengan gadgetnya, entah membuka e-mail, mengecek mention Twitter, notification Facebook, atau membalasi pesan-pesan di Whatsapp, dsj. Tubuhnya duduk manis di depan meja namun wajahnya tertunduk fokus kepada gadget-nya. Matanya berulang kali naik-turun memastikan antara dunia maya dan dunia nyata. Hatinya? Tentu saja pulang-pergi dari dunia maya menuju dunia nyata dan tersiklus.

Apakah salah seperti itu? Tergantung kasus per kasus yang terjadi, karena tidak selamanya pembentukan grup-grup di media sosial buruk adanya. Bisa jadi grup itulah yang menjadi sarana silaturrahim atau bisa jadi grup itulah yang menjadi gerbang untuk menambah khazanah pengetahuan.

Namun akan menjadi berbahaya jika seseorang sangat terlarut di dalam dunia mayanya. Mari ambil contoh sederhana, sebuah grup media sosial yang berisi rekan-rekan alumni kampus yang dahulu saat di kampus sudah begitu dekat. Komunikasi yang terjadi biasanya akan sangat cair dan penuh canda. Bahkan sering kali keluar tulisan “wkwkwk”, “hahaha”, “bhahaha”, yang menandakan bahwa ia yang sedang memperhatikan obrolan sedang tertawa atau bahkan terbahak. Ia yang terbahak itu ternyata sedang berada di sebuah tempat dan terkikik sendiri, lalu diperhatikan orang lain. Jika diperhatikan ternyata terkadang terjadi degradasi “tingkat tawa” dalam perjalanan tawa tersebut dari dunia maya menuju dunia nyata.  Ia yang di dunia maya terbahak “wkwkwk” namun di dunia nyata ternyata hanya tersenyum atau terkikik saja.

Hal menarik yang perlu dicermati adalah, apakah tawanya yang terbahak di dunia maya akan mempengaruhi hatinya? Jenuhnya manusia-manusia urban dengan berbagai aktivitas yang padat dan menyita waktu tentu membutuhkan penyegaran yang salah satunya adalah dengan tertawa. Namun ada satu hal yang diingatkan oleh Rasul kita yang mulia, Muhammad SAW:

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR At-Tirmidzi no. 2305. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi.)

Maka yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita perlu menakar canda-canda kita. Karena meskipun di dunia maya, namun banyak tawa di sana pun makin lama akan mengerdilkan dan mematikan hati. Mari sejenak kita simak syair dari Abul-Fath Al-Busti rahimahullah di dalam Adabud-Dunya wad-Din hal. 319 dan Al-Bidayah wan-Nihayah (XI/316)

Berikanlah istirahat pada tabiat kerasmu yang serius

Dirilekskan dulu dan hiasilah dengan sedikit canda

Tetapi jika engkau berikan canda kepadanya, jadikanlah ia

Seperti kadar engkau memasukkan garam pada makanan

Islam senantiasa mengajarkan kebijaksanaan dan penakaran yang seimbang terhadap berbagai hal. Maka untuk hal yang ini pun mari kita semakin bijak dan mendewasa memanfaatkannya.

(Jakarta, 12/9/13) *Tulisan iseng di siang hari, sebuah catatan untuk diri sendiri 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tertawa dalam Maya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s